INSTRUMEN ( Alat - Alat Gelas )

 INSTRUMENTASI oleh kelompok :
1. Rela Religia     A102.08.051
2. Rima Sundari  A102.08.052
3. Ririn Puji        A102.08.053
4. Risty              A102.08.054


1. Cawan Petri



Cawan Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel.

Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri , khamir ,spora atau biji-bijian.





2. Buret


Buret adalah alat laboratorium yang digunakan untuk titrasi. Buret digunakan untuk mengukur volume suatu larutan. Agar buret dapat berdiri tegak lurus maka harus disangga dengan statif dan dijepit dengan klem buret. Buret memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Cara membaca buret mata harus sejajar dengan miniskus. Pembagian skala buret 0,01 - 0,2.










3. Becker Glass


Beckerglass adalah tempat penampung suatu zat atau larutan. Beckerglass digunakan untuk mencampur bahan yang akan dianalisa. Tingkat ketelitian untuk mengukur volume hanya akurasi 10%.

Becker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat cair.


Fungsi Beaker Glass antara lain adalah: 
1.Dalam proses titrasi digunakan untuk menampung larutan yang akan dititrasi 
2.Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba 
3. Untuk memanaskan bahan diatas hot plate.




4. Corong Pemisah


Corong pemisah atau corong pisah adalah peralatan laboratorium yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut. Memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena perbedaan massa jenis. Cara memisahkan dengan menggunakan pelarut organik. Corong pemisah memiliki tutup penyumbat di bagian atas dan kran di bagian bawah.




5. Gelas Ukur 

Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume secara akurat . Alat ini dapat digunakan untuk menghitung kepadatan objek jika massanya diketahui. 
Ukuran Gelas Ukur pada umumnya adalah 10, 25, 50, 100, 250, 500, 1000 ml. Ketika menggunakan Gelas Ukur, volume sebaiknya diukur melebihi setengah dari wadah. Hal ini dapat meminimalkan kesalahan pengukuran.
Agar mencapai ketelitian yang diinginkan maka dapat meneteskan larutan dengan pipet tetes.





6. Pipet Tetes

Pipet tetes (drop pipette) berfungsi membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil tetes demi tetes.
Pipet tetes merupakan pipa kecil yang terbuat dari plastik atau kaca yang ujung bawahnya meruncing dan atas ditutupi karet.




7. Pipet Volume

Pipet Volume (volume pipette) digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Volume terdapat pada bagian yang menggembung. 
Pipet volume hanya dapat mengukur suatu larutan dalam satu ukuran tertentu. Pipet volume memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Kapasitas volume 5ml, 10ml, 25ml,50ml.




8. Pipet Ukur 

Pipet Ukur adalah alat yang terbuat dari gelas yang memiliki skala. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Cara pemakaian dengan menggunakan pussball untuk menyedot larutan. 








9. Erlemeyer

Erlemeyer digunakan untuk menampung suatu larutan dalam proses titrasi. Dalam mikrobiologi digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlemeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume dari suatu larutan.








10. Corong

Corong biasanya terbuat dari gelas tapi ada juga yang terbuat dari plastik.
Corong berfungsi untuk memindahkan suatu larutan dan untuk filtrasi dengan alas kertas saring.









11. Tabung Reaksi


Fungsi utama dari tabung reaksi adalah sebagai tempat untuk mereaksikan zat - zat kimia di dalam laboratorium. Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak dilengkapi dengan skala.
Tabung reaksi terbuat dari kaca bening dengan tujuan agar reaksi kimia yang terjadi dapat terlihat dengan jelas. Selain itu, biasanya tabung reaksi ini juga dibuat tahan api agar reaksi - reaksi yang menggunakan api dapat dilakukan tanpa harus memindahkan zat kimia yang telah terisi di dalam tabung. 



12. Urinometer


Urinometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis suatu larutan. Tetapi biasanya urinometer digunakan untuk mengukur berat jenis urine. Cara membaca urinometer adalah dengan menggunakan visual dan setinggi miniskus. Dalam pengukuran berat jenis urine volume urine harus 40 - 45 ml.









13. Labu Takar


Labu Takar adalah labu yang terbuat dari gelas jernih dengan penutup memiliki leher panjang.

Labu Takar berfungsi untuk membuat larutan atau pengenceran dengan volume tertentu. Sampel diencerkan sampai batas kalibrasi dengan penambahan aquadest.
Sebelum menggunakan labu harus dicuci terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan sabun agar zat yang tidak digunakan ikut terbuang.








14. Tabung Durham



Tabung durham memiliki bentuk yang sama seperti tabung reaksi tetapi ukurannya sangat kecil. . Berfungsi untuk menampung hasil fermentasi mikroorganisme berupa gas. Dalam penggunaannya, maka tabung durham itu ditempatkan terbalik di dalam tabung reaksi yang lebih besar dan tabung ini kemudian diisi dengan medium cair.









15. Thermometer


Termometer adalah batang kaca yang panjangnya 300 mm, diameter 6-7 mm berisi air raksa dan gas, serta dilengkapi dengan skala derajat Celcius. Berfungsi untuk mengukur suhu suatu larutan atau ruang inkubator. Prinsip kerjanya yaitu mengukur suhu sesuai laju air raksa di dalam termometer.




16. Batang Pengaduk


Batang pengaduk yang digunakan dalam praktikum ini biasanya terbuat dari kaca atau dari pyrex sehingga dapat dipanaskan dengan otoklaf. 

Alat ini berfungsi untuk mengaduk bahan kimia atau menghomogenkan medium yang akan dibuat. Prinsip kerjanya yaitu menghomogenkan dengan cara mengaduk larutan tersebut dengan menggunakan batang pengaduk.



17. Kaca Arloji



Kaca arloji berfungsi untuk menyimpan residu filtrasi beserta kertas saringnya atau untuk menutup gelas atau erlemeyer.






18. Kamar Hitung




Kamar hitung (bilik hitung) adalah suatu ruangan dengan ukuran yang sangat kecil yang digunakan untuk menghitung jumlah sel darah dengan menggunakan sampel yang sangat sedikit. Volume tiap kamar hitung ini berbeda-beda tergantung jenis sel yang akan dihitung.

Macam-macam kamar hitung :

1.   Kamar Hitung Improved Neubauer
2.   Kamar Hitung Burker
3.   Kamar Hitung Turk
4.   Kamar Hitung Thoma



19. Botol Timbang





Botol timbang biasanya digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair dan pasta.



20. Deck Glass

Deckglass adalah penutup objek glass, berbentuk persegi lebih kecil dan tipis karena dimaksudkan agar bisa menutupi preparat tanpa mengganggu pemfokusan pengamatan dibawah mikroskop.







21. Objeck Glass



Merupakan gelas preparat yang akan digunakan untuk pemaparan sediaan darah atau pemeriksaan lain yang akan diperiksa dengan mikroskop.






22. Pipet Thoma
 


Pipet yang digunakan adalah pipet Thoma untuk mengencerkan eritrosit, terdiri atas pipa kapiler yang bergaris bagi dan membesar pada salah satu ujung membentuk bola. Di dalam bola terdapat sebutir kaca merah.Pipet Thoma untuk mengencerkan lekosit sama dengan pipet eritrosit, namun didalam bola terdapat sebutir kaca putih.







23. Haemometer



Haemometer adalah instrument laboratorium untuk menentukan kadar hemoglobin dalam darah berdasarkan satuan warna (colorimetric). Metode yang digunakan adalah membandingkan warna sample darah dengan warna merah standard. Warna sample darah didapatkan pada pemisahan globin dari hemoglobin dengan penambahan HCL (Asam Klorida) untuk menghasilkan asam hematin yang warnanya diukur oleh kolorimetrimetry.




24. Desikator





Desikator adalah sebutan lain dari Eksikator yaitu sebuah alat yang terbuat dari kaca  berbentuk panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering seperti silika gel sehingga pengaruh uap air selama pengeringan dapat diserap oleh silika gel tersebut.  Karena terbuat dari kaca yang tebal, maka Desikator tergolong peralatan laboratorium yang berbobot. Terutama karena penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline.









25. Pipet LED Westergreen



LED digunakan untuk mengetahui Laju Endap Darah pasien yang akan didiagnosa penyakitnya. Merupakan pemeriksaan hematology rutin.











26. Pipet LED Wintrobe



Merupakan alat Laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan LED (Laju Endap Darah) cara wintrobe. Selain menggunakan cara ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan LED metode Westergreen.











27. Labu Didih




Labu didih adalah alat laboratorium yang terbuat dari gelas (Glass ware) yang berbentuk seperti labu dengan berbagai jenis leher, yaitu ada yang single neck, double neck, dan triple neck. Labu didih ada yang bagian dasarnya berbentuk bundar (round bottom) dan ada juga yang rata (flat bottom). Labu didih biasanya terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 ‘C. Ukurannya beragam, mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.






28.  Botol Winkler




Botol Winkler digunakan untuk pemeriksaan kimia air. Biasanya digunakan untuk pemeriksaan DO . Volume tertera pada tubuh botol.









Poskan Komentar

terimakasih